7 Kaisar Bajak Laut

Senin, 23 Mei 2011

Teknik Budidaya Jagung Hibrida BISI

  1. BUDIDAY ATANAMAN JAGUNG By : PT. Tanindo Subur Prima
  2. Untuk Pangan…Kami Berkarya!
  3. 8 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BUDIDAYA JAGUNGBenih Hibrida Pengolahan tanah Tehnik Budidaya pupuk tepat yang baik dosis dan waktuMusim yang tepat Pengairan dan Pengendalian HPT panen dan pasca Drainase yang baik yang efektif panen yang tepat
  4. 8 KUNCI KEBERHASILAN BUDIDAYA JAGUNG• GUNAKAN SELALU BENIH UNGGUL HIBRIDA• PENGOLAHAN LAHAN YANG BAIK• CARA BERTANAM YANG BENAR• PEMUPUKAN TEPAT WAKTU DAN DOSIS• PEMBERSIHAN TANAMAN LIAR (GULMA)• PENGAIRAN DAN DRAINASE YANG BAIK• PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT• CARA PANEN DAN PASCA PANEN YANG TEPAT
  5. VARIETAS-VARIETAS JAGUNG HIBRIDA Cap Kapal TerbangBISI - 2 BISI - 5 BISI - 7
  6. BISI - 2 • Tanaman Tegak, seragam dan tahan roboh. • Tahan penyakit bulai, karat daun dan bercak daun. • Dapat menghasilkan 2 tongkol yang sama besar di setiap batangnya. • Rendemennya sangat tinggi (83%) • Tongkol jagung tertutup rapat • Potensi hasil rata-rata 9 - 13 ton pipil kering per hektar. • umur ± 103 hari setelah tanam. • Kebutuhan benih hanya ± 15 kg/ha. • Warna biji jagung kuning keemasankembali lanjut
  7. BISI - 5 • Tanaman tegak, seragam dan tahan roboh. • Adaptasi luas, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. • Sangat tahan serangan penyakit bulai, karat daun dan bercak daun. • Rendemen 82 % • Siap dipanen pada umur ± 97 hari setelah tanam. • Potensi hasil rata-rata 8 - 12 ton pipil kering per hektar. • Sangat cocok untuk dipanen muda (jagung muda berkelobot).kembali lanjut
  8. BISI - 7 • Tanaman tegak dan kokoh. • Daun erect, lebih efisien dalam pemanfaatan cahaya matahari. • Tongkol besar dan terisi penuh • Potensi hasil 9 - 13 ton pipil kering/Ha. • Tahan penyakit bulai dan karat daun. • Umur panen ± 97 hst. • Hemat penggunaan pupuk • Dapat ditanam lebih rapatkembali lanjut • Lebih responsip terhadap pemu- pukan
  9. DESKRIPSI BISI - 2 BISI - 5 BISI – 71. UMUR TANAMAN (HST) 103 97 97 BESAR,KOKOH DAN BESAR, KOKOH2. BENTUK BATANG TINGGI DAN TEGAK TEGAK DAN TEGAK3. TINGGI TANAMAN (CM) + 232 cm + 191 cm + 194 PANJANG, AGAK Panjang, agak PANJANG, TEGAK DAN4. BENTUK DAUN BERGELOMBANG, bergelombang, TERKULAI AGAK TEGAK tegak5. WARNA DAUN HIJAU CERAH HIJAU HIJAU6. KESERAGAMAN TANAMAN SERAGAM SERAGAM SERAGAM7. BENTUK BIJI SEMI MUTIARA SEMI MUTIARA SEMI MUTIARA KUNING8. WARNA BIJI KUNING ORANYE KUNING ORANYE ORANYE9. JUMLAH BARIS/TONGKOL 12 –14 BARIS 14 – 16 BARIS 14 – 16 BARIS10. BOBOT 1000 BUTIR + 265 gram + 296 gram + 298 gram11. RATA-RATA HASIL 8,9 8,3 8,3(TON/HA)12. POTENSI HASIL (TON/HA) 13 11,7 13 MAMPU UMUR GENJAH, TONGKOL BESAR13. KEUNGGULAN: MENGHASILKAN 2 TAHAN PENY. DAN TAHAN BULAI TONGKOL KARAT
  10. KONDISI IDEAL BUDIDAYA JAGUNGKondisi Ideal Tanah Tanah gembur, subur, tidak mudah tergenang air. Memiliki cukup bahan organik. pH netral sampai agak asam (5,5 – 7). Kemiringan tanah tidak lebih dari 8o. Ketinggian 0 – 700 meter dpl. Jenis tanah liat berlempung, tanah lempung atau tanah lempung berpasir. Areal yang memiliki persediaan air yang cukup dengan curah hujan merata.
  11. Persyaratan Musim  Bila musim kemarau Persediaan air irigasi harus lancar agar pertumbuhan vegetatif tanaman jagung menjadi lebih optimal.  Bila Musim Hujan Usahakan agar saat panen terjadi pada konsisi lingkungan kering • Temperatur optimum untuk perkecambahan : 29 – 32o C • Tumbuh optimal pada suhu min (9-10oC) dan max (40 – 44oC) • Setiap kenaikan suhu 1oC diatas 21oC akan memeprcepat keluar malai • Curah hujan : 100 – 125 mm dengan distribusi merata
  12. Waktu Tanam :Lahan Tegal : Ditanam pada awal atau akhir musim hujan (September – Oktober atau Februari – Maret)Lahan Sawah : Ditanam pada awal atau akhir musim kemarau (April – Mei atau Juli – Agustus)
  13. BUDIDAYA TANAMAN JAGUNGPENGOLAHAN PERSIAPAN PENANAMAN LAHAN TANAM PASCA PEMELIHARAAN PANEN PEMANENAN TANAMAN
  14. PENGOLAHAN TANAH1. MANFAAT PENGOLAHANTANAH Memperbaiki Struktur Tanah. Memperbaiki Aerasi Tanah. Membunuh Organisme Pengganggu Tanaman(OPT) Menghambat tumbuhnya gulma. Melancarkan Drainase (pemasukan dan pembuangan air)2. MACAM PENGOLAHAN TANAH Olah Tanah Konvensional /Sempurna. Olah Tanah Sistem TOT (Tanpa Olah Tanah).
  15. 1. OLAH TANAH KONVENSIONALPengolahan Tanah secara konvensional merupakan sistempengolahan yang umumnya dilakukan petani dengan caradibajak dan digaru secara manual maupun mekanis agartanah menjadi lebih gembur, subur dan mudah ditanami. SEBELUM SESUDAH
  16. PEMBAJAKAN DAN GARU Pembajakan merupakan proses membalikkan tanah dengan menggunakan alat hewan ternak maupun traktor untuk membalik lapisan sub-soil menjadi lapisan top-soil yang subur Garu merupakan kegiatan meratakan tanah setalah proses pembajakan agar butiran tanah yang besar menjadi lebih kecil danlebih rata sehingga mudah ditanami
  17. PROSES PENGOLAHAN TANAH Bajak Membalikkan lapisan bawah Hewan Ternak, Traktor menjadi lapisan atas (1 – 2 minggu) untuk memberantas Dikeringkan gulma, hama dan penyakit dalam tanah Menghancurkan bongkahan tanah Garu sekaligus meratakannya sehingga menghasilkan tekstur tanah yang lebih gembur SIKLUS PROSES PENGOLAHAN LAHANBAJAK GARU BAJAK GARU TANAM
  18. 2. SISTEM TANAM TANPA OLAH TANAH TOT merupakan sistem pengolahan tanah minimum untuk mengurangi biaya, sehingga lebih efisien dan tercapai tujuan konservasi lahan. Sistem TOT ini menggunakan herbisida untuk mematikan gulma, sehingga dalam jangka waktu tertentu gulma akan mati dan digunakan sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban dan struktur tanah
  19. SIKLUS KEGIATAN BUDIDAYA TANPA OLAH TANAH ALAT TUGAL BENIH PUPUK 5. Setelah panen,1. Gulma di- 2. Setelah gulma 4. Laksanakan 3. Masukkan lahan dapat di-semprot de- mengering, ro- kegiatan budi- siapkan untuk benih dan pupukngan herbisida bohkan dengan daya jagung hi- dalam lubang penanaman ko-Rambo 480AS drum atau alat brida sesuai pe- terpisah moditas beri-sesuai anjuran bantu lainnya tunjuk. kutnya.
  20. PENANAMAN DENGAN SISTEM TOTMematikan gulma dengan Hamparan gulma yang mati Merobohkan dan meratakanherbisida Rambo 480AS setelah disemprot herbisida gulma menggunakan kayuGulma yang sudah rata Bekas gulma berfungsi Menanam benih jagungdibuat bidang tanam sesuai sebagai mulsa untuk men- dengan cara ditugallarikan dan jarak tanam jaga kelembaban dan me- ngurangi penguapan air
  21. PENGGUNAAN HERBISIDA RAMBO 480AS PADA SISTEM TOT Rambo 480AS Adalah herbisida berbahan aktif Glifosat 480 gr/l, bersifat sistemik berbentuk larutan dalam air berwarna kekuningan. Ampuh mengendalikan gulma berdaun lebar maupun sempit.Dosis :Untuk tanaman jagung sistem TOT dapatmengggunakan dosis 2 – 4 liter/Ha, Volumesemprot tinggi (200-800 l air/ha).Waktu : 10 hari sebelum tanam jagung danaplikasi hanya satu kali
  22. Bagaimana Penyiapan Lahan yang BaikUntuk Mendapatkan Hasil yang Tinggi?• Membajak dengan kedalaman yang tepat (20 cm) dan keringkan sebelum mengulangi pembajakan• Tanah yang gembur dapat meningkatkan kese- ragaman perkecambahan, pemunculan dan per- tumbuhan tanaman• Penggunaan sistem “TOT” tanpa informasi dan penyuluhan yang tepat sangat beresiko.• Pastikan kemiringan tanah saat pengolahan sudah rata dan tertata rapi agar drainase dapat berjalan dengan lancar
  23. Ini adalah salah satubidang tanah yangsiap ditanamidengan sistemlarikan, dimanabenih ditanamdiantara guludannya
  24. BUDIDAYA JAGUNG TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN LAIN Contoh lain lahan perke- bunan murbei yang sudah diolah dan siap ditum- pangsari dengan jagung Lahan sengon umur < 1tahun yang sudah diolah dapat ditumpangsarikan dengan tanaman jagung
  25. PERSIAPAN TANAMPemilihan Varietas BenihPersiapan Pemupukan Dasar (PupukOrganik maupun Pupuk Anorganik)Penyiapan Media SulamPembuatan Jarak TanamPersiapan Peralatan
  26. PEMILIHAN VARIETAS Varietas Mana yang Bagus dan menguntungkan Nah!!! yah???? Ini Baru Namanya Pusing Euy! Benih Jagung Hibrida Pilihan Pilihan Terbaik
  27. Pilih Benih Jagung Hibrida karena : 1. Produktivitas lebih tinggi. 2. Sifat-sifatnya lebih unggul. 3. Tanaman maupun tongkol seragam. 4. Lebih terjamin kualitasnya. 5. Lebih tahan terhadap hama dan penyakit
  28. Pertimbangan Mengapa Memilih Benih Cap Kapal Terbang?1.Merupakan hasil penelitian para ahli yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus, serta telah melalui serangkaian proses pengujian di lapangan.
  29. 2.Benih jagung yang sudah diproses masih diberi perlakuan pestisida sehingga aman dan ter- lindungi dari serangan hama dan penyakit tanaman.
  30. 3. Benih Jagung Hibrida Cap Kapal Terbang telah teruji kualitas benihnya karena mempunyai daya tumbuh sesuai standar internasional yaitu 98 %
  31. Lokal Hibrida4. Penampilan Tanaman, Tongkol maupun Produksi Benih Jagung Hibrida Cap Kapal Terbang lebih unggul dibandingkan jagung lokal maupun hibrida lainnya.
  32. Perbandingan biji, janggel serta tongkol Jagung Hibrida lokal, BISI-2, BISI-5, dan BISI-7
  33. Dengan Saromyl 35SD, benih jagung lebih tahan terhadap serangan penyakit bulai Gunakan dosis 2,5 – 5 gram untuk 1 Kg benihCatatan :Jagung yang telah diberi perlakuan Saromyl akan berwarna ungu kemerahan.
  34. Dengan Tekhnologi Winder Coat, benih jagung terbebas dari hama (lalat bibit, semut, ulat tanah, maupun orong-orong)Catatan :Gunakanlah Jagung berteknologi Winder Coat pada saat tanam. Jagung BISI-2 yang telahdiberi perlakuan dengan Winder Coat akan berwarna ungu kebiruan.Karena mengandung pestisida, cucilah tangan segera setelah menanam benih tersebut.
  35. PACKING BISI-2 PACKING BISI-5 PACKING BISI-7KEMASAN 5 Kg KEMASAN 5 Kg KEMASAN 5 Kg
  36. BENIH BERKUALITAS FISIK MORFOLOGIS PERTUMBUHAN HASIL• Ukuran benih • Sifat yang khas • Tahan hama dan • Kelobot tertutup seragam penyakit penuh • Tanaman seragam• Bebas jamur/hama • Tanggap terhadap • Ukuran tongkol • Tahan cekaman gudang pemupukan besar lingkungan• Daya kecambah • Tahan rebah karena • Produksi tinggi baik memiliki akar yang • Rendemen tinggi kokoh • Biji rapat dan • Pertumbuhan berat awal(vigor) kokoh • Biji tertata rapi PRODUKSI TINGGI KEUNTUNGAN MENINGKAT
  37. Bagaimana Menghitung Jumlah Benih yang akan digunakan?1. Tentukan Populasi (kepadatan tanaman) dalam satu areal yang ditanami 10.000 Jumlah Tanaman = jarak antar baris (m) x jarak antar tanaman (m)2. Perhitungkan persentase daya tumbuh benih Persentase daya tumbuh dapat dilihat pada masing-masing packing setiap Kemasan benih Jagung3. Hitung Jumlah Benih Kepadatan tanaman x % daya tumbuh benih Banyaknya benih = Jumlah benih per Kg
  38. Contoh : Berapa jumlah benih yang diperlukan bila petani yang memiliki lahan 0,5 ha ingin menanam jagung hibrida BISI-2, daya tumbuh 95%? (jarak tanam yang digunakan adalah 80 cm x 20 cm) 10.000Jumlah Tanaman = jarak barisan (m) x jarak antar tanaman (m) 10.000Populasi /hektar = = 62.500 tanaman 0,8 x 0,2Luas lahan 0,5 ha = 62.500 tanaman x 0,5 = 31.250 tanaman Kepadatan tanaman x % daya tumbuh benihBanyaknya benih = Jumlah benih per Kg 31.250 x 0,95Banyaknya benih = = 7,06 Kg 4200 butir (jumlah benih BISI2 per KG)Jadi, Benih yang dibutuhkan petani tersebut = 7,06 Kg
  39. BISI-2 BISI - 51 tanaman per lubang tanam 1 tanaman per lubang tanam2 tanaman per lubang tanam 2 tanaman per lubang tanam
  40. BISI - 7 75 cm 20 cm1 tanaman per lubang tanam
  41. JARAK TANAM Jarak tanam sangat penting dalam budidaya jagung JARAK BENIH/HA No. VARIETAS BIJI/LUBANG TANAM (cm) (Kg/Ha) 80 X 20*) 1 + 15 1 BISI - 2 80 X 40 2 + 14 2 BISI - 5 75 X 20 1 + 22 3 BISI – 7 75 X 25 1 + 22Catatan :*) Jarak tanam terbaik yang dianjurkan oleh produsen benih.Bila populasi terlalu tinggi, persentase tanaman yang tidak menghasilkan buahcenderung lebih tinggi
  42. PERSIAPAN PERALATANPeralatan yang digunakan dalambudidaya jagung antara lain :Tugal, Cangkul, Sabit dan AritTugal :digunakan untuk membuat lubang tanam dan lubangtempat pupuk. Saat ini tugal ada dua macam yaitu tugalmata satu dan tugal mata duaTugal mata satu dapat dibuat dari kayu dengan ujungruncing.Tugal mata dua digunakan untuk membuat lubang tanamdan lubang pupuk sekaligus secara bersamaan
  43. Cangkul digunakan untuk mem-buat guludan, meratakan tanahdan penyiangan gulma.Arit / sabit digunakan saatmelakukan pembersihan gulma
  44. PENANAMANBenih ditanam dalam lubang pada kedalaman10 cm yang dibuat dengan tugal ataudiletakkan di larikan kemudian ditutup dengantanah
  45. BISI-2 BISI - 5 DAN BISI-7Jumlah benih per lubang disesuaikan dengan jaraktanam yang digunakan.Pemupukan dapat dilakukan bersamaan saatdilakukan penanaman sesuai dosis rekomendasi.
  46. SISTEM TUGAL Buat 2 (dua) lubang dengan kedalaman 10 cm dengan jarak antar lubang 5 cm sambil disiram air. Satu lubang untuk benih ditambah insektisida bahan aktif Carbofuran dan satunya untuk pupuk. SISTEM LARIKANBenih diletakkan di larikan yang dibuatdengan bajak atau cangkul, kemudian ditutupdengan tanah / kompos yang sudah matang
  47. PEMUPUKANPemupukan sangat penting bagi perkembangan danpertumbuhan tanaman. Pemupukan berarti memberikanunsur hara maupun nutrisi tambahan yang kurang atautidak terdapat dalam tanah guna mengoptimalkanpertumbuhan, perkembangan dan hasil panen tanamanjagung.Komposisi Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman JagungUnsur N P2O5 K2O Ca Mg S Fe Mn Zn CuKebutuhan 200 50 75 75 50 25 1.0 0.2 0.08 0.1(Kg/Ha)
  48. Pemupukan Tanaman JagungPupuk organik (alami) Pupuk organik (alami) tetap diperlukan bagi tanah meskipun tanah cukup subur. Karena selain memberikan unsur hara juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Pupuk organik dapat berupa : kotoran sapi, kotoran ayam, maupun komposPupuk buatan /anorganik Merupakan pupuk buatan pabrik yang diproses dari kombinasi zat kimia. Pupuk buatan terdiri atas pupuk tunggal seperti : Urea, SP-36, KCl, ZA dan pupuk majemuk seperti Grand S-15, Grand-K, Tanigro, KaliMagS
  49. PERAN UNSUR HARA PADA TANAMAN JAGUNGNITROGEN (N)Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanamanKekurangan N : Perkembangan akar & tunas muda terhambatKelebihan N : Warna daun hijau tua, tajuk terlalu rimbun sehingga mudah terserang penyakit dan prosentase klobot yang terbuka lebih banyakFOSFOR (P)Berperan dalam membentuk perakaran, buah & bungaKekurangan P : Warna daun hijau tua/kelabu, perkembangan akar terhambat & tulang daun muda berwarna hijau gelap
  50. KALIUM (K)Berfungsi sebagai aktivator & berperan dalam fotosintesisKekurangan K : Daun mengering & jika dibelah tampak warna coklat pada bukunya, pengisian biji kurang sempurna & biji tidak bisa menancap di tongkolnya dengan baikKelebihan K : Memunculkan kekurangan Ca & MgKALSIUM (Ca)• Berperan dalam mengatur pergerakan air dalam tubuh tanaman & pertumbuhan sel• Berperan dalam pembuatan protein & menetralkan asam organik yang dihasilkan dari metabolisme Kekurangan Ca : Pertumbuhan ujung/pucuk dan bulu - bulu akar terganggu
  51. MAGNESIUM (Mg)Berfungsi sebagai aktivator beberapa enzim serta berperan dalam fotosintesis & transportasi energi di dalam tanamanKekurangan Mg :• Hanya unsur hara “ringan” seperti nitrogen yang terangkat (karena energi yang dihasilkan sedikit)• Garis-garis kuning/putih sejajar dengan tulang daun• Bercak kuning pada daun tua tetapi urat urat daun tetap hijauSULFUR (S)Berperan sebagai penyeimbang senyawa lainKekurangan S :• Pertumbuhan tanaman terhambat• Garis kuning/putih sejajar tulang (daun kuning seperti terbakar)
  52. BESI (Fe)Berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintesis &respirasiKekurangan Fe : Klorosis (menguningnya daun muda)Kelebihan Fe : Menimbulkan bercak nekrotik di daun (aplikasisemprot)MANGAN (Mn)Sebagai aktivator enzim untuk sintesis asam lemakKekurangan Mn : Klorosis pada daun muda atau tuaKelebihan Mn : Lambatnya pertumbuhan tanaman
  53. SENG (Zn)Sebagai aktivator enzim dalam pembentukan hormon IAA (zatpengatur tumbuh)Kekurangan Zn : jarak antar ruas pendek, daun kecil & mengkerutKelebihan Zn : klorosis (mirip kekurangan Fe)TEMBAGA (Cu)Berperan dalam pembentukan enzim : Ascorbic acid oxydase, Lacosa,Butirid Coenzim A.dehidrosenamKekurangan Cu : daun muda berwarna hijau gelap, daun tua klorosisKelebihan Cu : kerusakan akar, pertumbuhan tanaman terhambat &kerdil
  54. REKOMENDASI PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG Kg pupuk/Ha Gram/tanaman Pupuk 10-15 35-40 10-15 35-40 Dasar Total Dasar Total hst hst hst hstUrea 100 150 50 300 0.24 0.36 0.12 0.72Tanigro 100 150 100 350 0.24 0.36 0.24 0.84KCl 50 50 50 150 0.12 0.12 0.12 0.36 AtauGrand - S15 100 100 150 350 0.24 0.24 0.36 0.84Urea 0 100 100 200 0 0.24 0.24 0.48 Sangat Tidak dianjurkan menggunakan tetes tebu karena :  Merusak struktur tanah  Tanah lama kelamaan tidak akan respons terhadap pupuk
  55. PEMBERIAN PUPUK DILAKSANAKAN BERSAMAAN PADA SAAT PENANAMAN
  56. PEMELIHARAANPenyulamanPenjaranganPenyianganPemupukan SusulanPembumbunanPengairanPengendalian Organisme PengganguTanaman (OPT)
  57. Berikut ini merupakan profile tanaman hibridaBISI - 2 pada umur + 40 HST
  58. Berikut ini merupakan profile tanaman hibridaBISI-7 pada umur + 40 HST
  59. PENYULAMAN• Dilakukan pada saat umur tanaman 7 hari setelah tanam• Menanam kembali bibit jagung yang sudah disiapkan pada lubang tanam yang tanamannnya menunjukkan pertumbuhan kurang baik/mati.• Tujuan : agar populasi tanaman per satuan luas tetap terjaga.
  60. PENJARANGAN • Dilakukan pada saat umur tanaman 21 hari setelah tanam • Dengan mencabut tanaman yang bentuknya kecil-kecil (tidak normal) • Disisakan tanaman sesuai dengan jarak tanam (1 atau 2 tanaman per lubang)
  61. PENYIANGAN • Dilakukan pada saat umur tanaman 21 hari setelah tanam • Dengan mencabut dan membersihkan gulma disekitar tanaman jagung • Dengan menggunakan herbisida kontak untuk mengurangi biaya tenaga kerjaTujuan :Agar pertumbuhan tanaman jagung lebih optimal karenatidak bersaing dengan gulma dalam mendapatkan unsurhara, air maupun sinar matahari
  62. MACAM-MACAM GULMAImperata cylindrica Eleusine indica Axonophus compressus Scleria sumantresis (alang-alang) (Lulangan) (Rumput pahit) (keris-kerisan,teki tajam) Mimosa invisa Commelina nodiflora Cynodon dactylon (Putri malu) (Brambangan) (gerinting)
  63. PEMUPUKAN SUSULAN UREA 10 cm UREA : 2,5 gram/tanaman Susulan I - Umur ± 3 minggu (21 hst)• Pemupukan dilakukan pada saat penyiangan gulma dan pembumbunan.• Pupuk diletakkan pada lubang yang dibuat dengan tugal dengan jarak ± 10 cm dari tanaman.• Pupuk dimasukkan dalam lubang kemudian ditutup dengan tanah bersamaan pembumbunan.
  64. Pelaksanaan pemu-pukan kedua maupunketiga untuk lebihcepatnya dapat dila-kukan lebih dari satuorang disesuaikankondisi.Tanaman jagungyang telah dilakukanpemupukan susulanke-2 dan siapdibumbun.
  65. PEMUPUKAN SUSULAN II UREA 15 cm UREA : 2,5 gram/tanaman Umur ± 5 minggu (+ 36 HST)
  66. PEMBUMBUNAN• Tujuan : untuk mematikan rumput-rumputan, memperbaiki pori-pori tanah dan merangsang tumbuhnya akar-akar baru (akar tunjang)• Dilakukan pada saat umur tanaman + 25 hari setelah tanam dan 40 hari saat pemupukan ke - 3
  67. • Fungsinya : memperlancar aliran air pada saat musim penghujan• Dengan guludan lebih ting- gi, tanaman tidak akan tergenang air disamping untuk memperkokoh posisi tanaman Kondisi tanaman yang sudah dibumbun berumur + 6 minggu.
  68. PENGENDALIAN HPT • Apabila terlihat tanda- tanda adanya serangan hama dan penyakit, segera lakukan penyem- protan dengan insek- tisida sesuai jenis pes- tisida yang dianjurkan.
  69. KENALI HAMA DAN PENYAKIT YANG MENYERANG TANAMAN JAGUNGHama ulat daun yang sering Salah satu bentuk seranganmenyerang tanaman jagung ulat daun dimana daunmuda. Biasanya menyerang menjadi rusak terutama daunpada fase pertumbuhan muda.
  70. Tanaman jagung yangterserang hama cabuk(Aphids sp). Biasanyamenyerang padatanaman yangberpengairan tehnisterutama saat musimkemarau
  71. Penyakit bulai yang Penyakit mosaik virus padamenyerang tanaman jagung yang menyebabkanjagung muda. Penga- tanaman menjadi kerdilruhnya adalah jagungtidak berbuah.
  72. Jagung yang terkena Tanaman jagung yangpenyakit karat daun terserang bercak daun,dimana pertumbuhan jadi dimana daun terdapat flek-terhambat dan proses flek kecil dan daun menjadifotosintesa kurang sem- putih dan kering.purna
  73. Tanaman jagung yang Tanaman yang banyakrusak karena drainase tergenang air kurang baikPenyebab :2. Pengolahan Lahan tidak rata sehingga menimbulkan cekungan pada tanah3. Pembuatan Drainase yang kurang baik4. Curah Hujan yang terlalu tinggi
  74. Gambar diatas adalah Profil Tanaman Jagung yang Kekurangan Nitrogen
  75. BEBERAPA CONTOH GANGGUAN PADA TANAMAN JAGUNGPenyakit hawar daun yang disebabkan jamur Helminthosporium sp. yangdimulai dengan bercak kecil dan berangsur-angur berkembang keseluruh daun.Kekeringan yang menyebabkan tanaman berwarnahijaukeabu-abuan, daun-daun mengguling sebesar pensilGangguan yang disebabkan zat kimia yang menyebabkanujung dan tepi daun seperti terbakar.Jaringan daun matidan daunnya bertopi putih
  76. Kekurangan unsur magnesium menyebabkan timbulnya garis-gariskeputihan sepanjang tulang daun dan seringkali timbul warna ungu padabagian bawah daun tuaKekurangan unsur Fospor daunnya berwarna ungukemerahan , terutama pada tanaman yang masih muda.Kekurangan Nitrogen dimulai dengan warna kekuninganpada ujung daun dan berkembang sepanjang tulang daunutama
  77. Udara kering menyebabkanpembentukan rambut lambat,persarian tidak sempurna pada saatpembentukan biji.Tongkol jagung akibat kekuranganNitrogen pada saat kritis, ditandaidengan tongkolnya kecil, kadarprotein rendah dan ujung tongkoltidak berbijiAkibat kekurangan Fosfor ditandaidengan tongkolnya kecil, keringbengkok dengan pembentukkan bijitidak sempurna.
  78. Kekurangan unsur Kalium ditandai dengan pembentukan tongkol yang tidak sempurna dimana ujung tongkol tidak berbiji penuh, dan bijinya jarangAdanya rambut berwarna hijausaat tongkol masak menunjukkantanaman terlalu banyak dipupukNitrogen dan tidak seimbangdengan unsur hara lainnya
  79. PENGAIRAN • Pengairan dilakukan sesuai dengan kondisi lahan dan curah hujan. • Waktu pengairan biasanya dilakukan kurang lebih 15 hari sekali dengan cara mengalirkan pada larikan dan secepatnya dibuang dan dipastikan tidak ada yang menggenang.
  80. Skema cara pengaturan air yang baik, agartanaman tidak tergenang yaitu dengan pembuatansaluran drainase diantara tanaman jagung
  81. • Pengairan untuk tanaman jagung dilakukan 2 minggu sekali dan tidak boleh terlalu lama.• Untuk lahan sawah yang pengairannya bagus, saluran air perlu diperhatikan.• Untuk lahan tegal dan sawah kurang air bisa dibuatkan sumur.
  82. MASA GENERATIF Hamparan tanaman jagung yang sudah memasuki fase generatif yang ditandai dengan munculnya bunga secara serentak Bunga betina Bunga jantan
  83. • Serbuk sari yang sudah masak bila terkena angin dan menempel di rambut tongkol, maka akan terjadi pembuahan.• Pembuahan sempurna akan menghasilkan buah yang baik• Pengisian buah akan terus berlangsung setelah persarian yang berasal dari cadangan makanan hasil fotosintetis sampai akhirnya terbentuk tongkol yang besar dan sempurna
  84. PEMANENANUmur PanenCiri-ciri Jagung Siap PanenCara PemanenanKadar Air Panen
  85. UMUR BERAPA BISA DIPANEN? BISI – 2 BISI – 5 BISI – 7 107 hst 97 hst 97 hstCatatan : HST = Hari Setelah Tanam
  86. BAGAIMANA CIRI JAGUNG SIAP PANEN ? • Satu bentuk tongkol jagung Hibrida BISI-2 yang siap panen pada umur 101 HST dengan ciri-ciri : 1. Klobot sudah berwarna coklat 2. Rambut berwarna hitam dan kering 3. Populasi klobot kering 95% 4. Kadar air 28 – 30 % 5. Biji jagung bila ditekan dengan kuku tidak membekas
  87. KASUS JAGUNG TONGKOL TERBUKA Ini adalah salah satu contoh jagung yang klobotnya tidak dapat menutup. Hal ini disebabkan : 1. Jenis Varietas 2. Pemberian Pupuk Nitrogen yang berlebihan.Catatan :Jagung yang terbuka di negara Amerika lebih disukai karena lebih cepat kering sedang dinegara Indonesia bila tongkol terbuka dan terjadi musim hujan akan timbul jamur sehinggalebih disukai jagung yang tertutup rapat
  88. salah satu cara mempercepat pengeringan tongkol di lahan, yaitu dengan memangkas batang di bagian atas tongkol jagung.Contoh hamparan jagung tuayang sudah diambil batangatasnya (dipocok). Setelahbetul-betul kering baru bisadiambil dari pohonnya.
  89. PENGANGKUTAN Jagung yang sudah dipetikdari tanaman, dimasukkan ke dalam karung untuk kemudian diangkut
  90. PASCA PANENPemisahan TongkolPengeringan TongkolPemipilanPengeringan Biji JagungPengarunganPengangkutan ke Pabrik/Pasar
  91. PEMISAHAN TONGKOLJagung yang sudah dipanen, disortir manayang baik dan mana yang jelek. Jagungyang jelek dipisahkan dengan jagung yangbaik untuk menghindari tertularnya jamurmaupun untuk menjaga kualitas jagung itusendiri
  92. PENJEMURAN TONGKOL Setelah di rumah, jagung harus dijemur. Alas jemur dapat menggunakan lantai jemur atau dari gedeg. Tujuannya adalah menurunkan kadar air menjadi 18 – 22%Cara lain menjemur tongkol jagungdengan menggunakan ram-ram agarudara bisa keluar masuk dari sisibawah, samping kiri dan kanan
  93. Penjemuran di lantai jemur yang benar adalah dengancara dilasah (diratakan) agar cahaya matahari bisamerata.Tongkol jagung yang menumpuk akan menyebabkanudara lembab yang pada akhirnya meningkatkanpopulasi jamur
  94. Tongkol jagung yang sudah kering (kadar air 18 – 22%) segera dimasukkan ke dalam karung sambil menunggu proses pemi- pilan.Salah satu cara pengeringanyang dilakukan saat musimhujan yaitu dengan meng-gantungkannya pada pilar –pilar kayu.
  95. Cara lain adalahmenyusun ikatan-ikatan tongkolyang diletakkanpada bambu/kayudibawah naungan
  96. Cara lain adalah menggantung ikatan-ikatan tongkoljagung tanpa klobot di bawah rumah panggung. Udaradapat bebas keluar masuk sehingga tongkol bisa menjadikering dan berkurang kadar airnya (banyak dijumpai didaerah Minang, Lampung, Sulsel)
  97. PEMIPILAN BIJI JAGUNGSetelah jagung dirasacukup kering makabisa langsung dipipil.Pemipilan dapat dila- manualkukan secara manualmaupun mekanis. Mekanis
  98. Berikut adalah contoh mesinpemipil kapasitas yang lebihbesar (4 ton/jam). Mesin inidilengkapi roda sehingga dapatdibawa kemana-mana
  99. PENJEMURAN BIJI JAGUNGBiji jagung yang sudah dirontokkan darijanggelnya dapat langsung dijemur di lantai jemurbiasa maupun lantai jemur type punggung kura-kura.
  100. Agar proses pengeringanbisa merata, maka harusdibolak-balik dengan meng-gunakan alat bantu (garu ).Jagung yang sudah dike-ringkan, dikumpulkan dibagian gundukan danditutup untuk menjaga agarjagung tetap kering mes-kipun udara luar lem-bab/hujan
  101. Garu bentuk gerigiberfungsi untuk meratakandan membalik jagungGaru bentuk rata berfungsiuntuk meratakan sekaligusmengumpulkan jagung
  102. MACAM – MACAM PENGERINGAN
  103. PENGARUNGAN,PENYIMPANAN Jagung yang sudah cukup kering (KA = 15-16%) dimasukan dalam karung dan disimpan di gudang untuk kemudian dibawa ke Pasar, Pedagang Pengumpul atau ke Pabrik Pakan Ternak
  104. Situasi Antrian yang tidak bisa dihindarkan saat trukmemasuki Pabrik Pakan Ternak. Semua kendaraan yangmasuk wajib antri untuk ditimbang dan diprosespenerimaan jagungnya.
  105. Tahap awal proses penerimaan jagung di salah satu pabrik pakan ternak (receiving area) Jagung dimasukkan pada tempat berupa ram-ram dari besi. Tujuan adalah untuk menyaring kotoran maupun benda asing Jagung selanjutnya masuk ke dalam proses pengeringan dimana ram-ram yang ukurannya lebih kecil sebagai penyaring
  106. Jagung yang diimport dari luar negeri biasanyamenggunakan kapal dimana jagung tersebut dibawa dalambentuk curah, untuk kemudian diangkut ke gudangpenyimpanan atau pabrik pakan
  107. Secara visual, biji jagung dengan kadar air 14%sudah kelihatan kering, sedangkan kadar air18% masih kelihatan mengandung air, namununtuk KA 29% masih kelihatan cukup basah
  108. Kadar air 14 % setelah disimpan 10 hari terlihat tidak adaperbedaan yang nyata. Umumnya kekeringan ini sudahmerupakan kekeringan yang matang.
  109. Biji jagung KA = 29% atau lebih akan mengalami kerusakanbila ditimbun. Terlihat , meskipun mengalami penurunanKA, namun sebagian sudah berjamur dan tumbuh. Hal iniyang merugikan petani
  110. Pencampuran 3 macam kadar air (14,18 dan 29 %) menjadisatu akan mengakibatkan kerusakan yang parah.Meskipun yang kering masih tetap kering, namun biladisimpan lebih lama yang keringpun akan ikut rusak
  111. Jagung yang masih mempunyai kadar air yang tinggi akan menjadi kecambah bahkan membusuk setelah penyimpanan terlalu lama.Pencegahan :1. Penyimpanan bentuk tongkol diangin-anginkan2. Menjemur tongkol sampai kering saat ada sinar matahari3. Tidak mencampur dan menjemur tongkol di lantai kotor
  112. HAL- HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENANGANAN PASCA PANEN 1. Panen cukup umur 2. Simpan di tempat yang bersih 3. Hindarkan penutupan jagung basah terlalu lama 4. Hindari Pemipilan jagung basah apabila tidak ada fasilitas pengeringan 5. Gunakan karung simpan yang bersih 6. Gunakanlah alas untuk menyimpan 7. Lakukan fumigasi bila penyimpanan lebih dari 2 bulan
  113. BAGAIMANA INDUSTRI PAKAN MENENTUKANSTANDAR JAGUNG YANG LAYAK DITERIMA? Penentuan Standard Pengambilan Sampel Pengecekan Kadar Air Seleksi Biji Jagung Pengujian Aflatoxin Pencampuran Sampel
  114. STANDART KUALITAS JAGUNG YANG DITERIMA PABRIK PAKAN TERNAKNo. Standart Corn #1 Corn#2 Corn #31. Storage Moisture 13.5 14 % 14 %2. Direct Use Moisture 14.5 14 % 15.5 %3. Aflatoxin ND-50ppb ND – 100 ppb 50 – 150 ppb4. Mold Seed Max 1 % Max 3 % Max 5 %5. Foreign Material 3% 5% 7%6. Brokend and Damaged Max 2% Max 4 % Max 6 % Seed7. Total Max 6 % Max 12 % Max 18 %
  115. PENGAMBILAN SAMPEL Proses pengambilan sampel awal oleh “Quality Control”. Sambil diambil sebanyak 5 kg setiap truk untuk mengetahui kualitas jagung apakah sesuai dengan standar atau tidak
  116. PENCAMPURAN SAMPELBiji jagung yang sudah di cek kemudian dicampurdengan sampel lainnya agar hasilnya lebih homogenuntuk ditentukan diterima atau tidaknya jagung yangdikirim
  117. PENGECEKAN KADAR AIR Jagung yang sudah diambil sampelnya diuji dan di cek kadar airnya dengan alat CERA TESTER.
  118. SELEKSI BIJI JAGUNGSetelah melalui pengujian kadar air, maka biji diseleksiuntuk dihitung kandungan benda asing, biji pecah, bijirusak dimakan serangga ataupun rusak karena jamur.
  119. PENGUJIAN AFLATOXINPengujian aflatoxin secara visual, dimana biji jagung digiling dandisinari lampu ultra violet dalam kamar gelap. Jagung yang baikmemiliki kandungan aflatoxin nol PPB. Namun umumnya masihdapat ditoleransi sampai dengan 100 PPB.
  120. PROSESING PAKAN TERNAKJagung yang lulus uji, dimasukkan ke dalam silo (tempatpenampungan kapasitas 2.000 ton) untuk diprosesmenjadi pakan ternak
  121. ANALISIS USAHATANI JAGUNG (biaya/Kg & per Ha) Benih Lokal Benih LocalNo Komponen Biaya Budidaya Budidaya Semi Benih Komposit Hibrida . Tradisional Modern I.PULAU JAWA1 Sewa Lahan 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.0002 Persiapan Lahan 250.000 250.000 250.000 250.0003 Benih Jagung 18 Kg x Rp. 324.000 18.000,- 20 Kg x Rp. 6.000,- 120.000 30 Kg x Rp. 1.200,- 36.000 36.0004. Pupuk (Urea,KCl,TSP) 545.000 545.000 818.0005. Pestisida 50.000 84.000 84.000 84.0006. TK. Tanam (13 HOK) 104.000 104.000 104.000 104.0007. Irigasi 40.000 80.000 80.000 80.0008. Pemupukan (30 HOK) 240.000 240.000 240.0009. Pemanenan ( Rp. 20/Kg) 40.000 90.000 105.000 150.00010. Pemipilan (Rp. 25,-/Kg) 50.000 100.000 125.000 175.00011. Pengeringan 70.000 140.000 175.000 245.000 TOTAL BIAYA 1.840.000 2.869.000 3.028.000 3.670.00012. Produksi rata-rata (Kg) 2.000 4.000 5.000 7.00013. Biaya Produksi/Kg di Jawa 920 717 606 524 II. LUAR JAWA14 Sewa Lahan 600.000 600.000 600.000 600.00015 Biaya Produksi 1.240.000 2.269.000 2.428.000 3.0707.000
  122. B ic a r a B e n ih … … … .. ………P a s t i ……. . C a p K a p a l T e r b a n g

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar